Dynamic Glitter Text Generator at TextSpace.net

Minggu, 16 Januari 2011

STENOGRAFI


A.    Pengertian stenografi dan Perkembangannya

Stenografi adalah tulisan pendek dan singkat untuk memepersingkat dan mempercepat pekerjaan yang berhubungan dengan tulis menulis. Stenografi berasal dari bahasa Yunani yaitu kata stenos artinya singkat dan grahein artinya menulis.

Perkembangan senogarfi dapat diuraikan secara singkat. :
1.    Stenografi yang dikarang oleh Timithey Bright pada tahun 1588, John Willis pada tahun 1602 dari Inggris.
2.    F.X. Gabelsbelger pada tahun 1820 dari Jerman.
3.    I. Pitman pada tahun 1837 dari Inggris.
4.    A.W. Groote pada tahun 1899 dari Belanda
5.    Pada tahun 1925 diIndonesia terdapat pengarang Karundeng. Penciptakan steno nasional Karundeng

Berdasarkan surat keputusan secara resmi pemerintah dikeluarkannya surat keputusannya No.051/1968 tanggal 1 Januari 1968, telah ditetapkan sistem karundeng sebagai sistem stenografi standar mata pelajaran dimasukkn kedalam kurukulum SMK. Oleh karena itu,
stenografi sistem karundeng merupakan sistem nasional.



B.    Manfaat Stenografi
  1. Untuk mencatat atau menerima dikte
  2. Untuk mencatat notulen saat rapat
  3. 3.Untuk membuat catatan yang bersifat rahasia

Mail Handling



MENERIMA DAN MENDISTRIBUSIKAN SURAT MASUK

A.   PENANGANAN SURAT
B.   SISTEM BUKU AGENDA
C.   SISTEM KARTU KENDALI
 
                                                          






A. PENANGANAN SURAT
Pengurusan surat-surat kantor adalah suatu kegiatan yang terpenting dalam kantor. Organisasi pengurusan surat-surat kantor sangat berbeda dari instansi ke instansi. Dalam suatu organisasi yang kecil, surat-surat masuk dan keluar dapat diurus oleh seorang petugas dengan merangkap tugas-tugas lain. Dalam suatu organisasi yang besar pengurusan surat-surat dapat dikerjakan dalam bagian masing-masing, atau dapat juga dipusatkan di suatu bagian khusus, yaitu bagian atau seksi ekspedisi. Pada umumnya urusan penerimaan dan pengiriman surat-surat yang dipusatkan, yaitu yang mengerjakan surat-surat masuk dan juga surat-surat keluar adalah dianggap lebih baik.
Cara pengurusan surat-surat apabila telah diterima :
1.      Penyortiran surat
a.       Meneliti asal (sumber) surat itu.
b.      Meneliti cara pengiriman surat
2.      Penyortiran selanjutnya dibagi menjadi beberapa kelompok ;
a.       Surat-surat Dinas; yaitu surat-surat yang erat hubungannya dengan kegiatan kantor
b.      setiap kelompok surat hasil sortir ditempatkan tersendiri di dalam folder-folder atau alat lain sejenisnya.
3.      Pembukaan sampul (amplop).
4.      Pengeluaran surat dari dalam sampul
5.      Penelitian surat
6.      Pembacaan surat
7.      Penyampaian surat (intern)
8.      Pencatatan Surat
a.       Kartu kendali
b.      Buku Agenda
c.       Buku Pembantu Agenda
d.      Keterangan-keterangan yang dicatat dalam Kartu Kendali ataupun Buku Agenda
9.      Langkah akhir penanganan surat
Tata penyimpanan arsip aktif maupun arsip inaktif menggunakan system penataan berkas disesuaikan dengan kepentingan instansi bersangkutan agar memudahkn pengendaliannya.

Penanganan surat masuk maupun keluar menggunakan 2 sistem, yaitu:
  1. Sistem Buku Agenda
9  sistem yang dipakai dan digunakan oleh suatu kanotr dengan memakai buku agenda
    (agenda masuk dan agenda keluar)
  1. Sistem Kartu Kendali
9  sistem yang penanganan surat dengan mengunakan kartu kendali sebagai alat mencatat surat. “Sistem Kearsipan Pola Baru”

Perbedaan Sistem Buku Agenda dan Kartu Kendali :
Sistem Buku Agenda
Sistem Kartu Kendali
  1. Buku Agenda dulit untuk di-file
  2. Sarana penemuan kembali: nomor/kode surat sulit diingat
  3. Sulit untuk menerapkan pengaturan arsip peralatan
  4. Buku agenda tidak fleksibel karena tunjuk silang tidak dapat diterapkan
  1. Kartu Kendali mudah untuk di-file
  2. Sarana penemuan kembali: nomor/kode/indeks surat mudah diingat
  3. Karena pernyataannya baik, vertical file dapat terwujud dan dapat disesuaikan dengan calon pengguna
  4. Kartu Kendali fleksibel karena tunjuk silang dapat diterapkan

B. SISTEM BUKU AGENDA
Surat masuk adalah segala surat yang diterima/dialamatkan ke instansi tertentu.
Langkah-langkah penanganan surat masuk sistem buku agenda sebagai berikut:
(1)   Penerimaan, langkah-langkahnya:
  1. mengumpulkan surat masuk
  2. menghitung jumlah surat yang masuk
  3. memeriksa ketepatan alamat si pengirim
  4. mengelompokkan surat berdasarkan jenisnya
  5. membubuhkan tanda tanggan dan stempel pada bukti pengiriman sebagai bukti surat telah diterima
(2)   Pembukaan Surat. Hal yang perlu diperhatikan oleh sekretaris dalam membuka surat, antara lain:
  1. Apabila seorang sekretaris terjanjur membuka surat pribadi yang tidak bertanda maka tulis diatas amplop “terlanjur dibuka” dan harus membubuhkan paraf
  2. Hati-hatilah dalam membuka surat yang terekat amplopnya. Pimpinan pasti tidak senag membaca surat sobek. (rekatkan kembali pada bagian belakangnya)
  3. Jika menerima surat dengan pranko yang kurang sehingga surat tersebut terlambat datang maka lampirkan amplop bersama isinya sehingga pimpinan mengetahuinya.
  4. Setelah dibuka, sekretaris membubuhkan stempel agenda yang berisi: No. agenda, diterima tanggal. siteruskan kepada, paraf.
  5. Mencatat ke dalam buku agenda surat masuk.
Contoh lajur buku agenda surat masuk:
No Urut
Tgl Terima
Terima dari
Tgl Surat
Nomor surat
Lampiran
Perihal
Hubungan dengan
Ket.











(3)   Penyortiran, tahapannya:
  1. memisahkan surat dinas dan surat pribadi
  2. menggolongkan surat dinas berdasarkan isinya.2
  3. mengelompokkan surat yang memerlukan penanganan khusus
(4)   Pencatatan Surat
(5)   Pengarahan Surat Masuk
(6)   Penggandaan Surat Masuk
(7)   Penyampaian Surat
(8)   Penyimpanan Arsip Surat Masuk

Kamis, 11 November 2010

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran


MATA PELAJARAN
:
Produktif Kompetensi Dasar
KELAS / SEMESTER
:
XI / Ganjil
TAHUN AJARAN
:
2009 - 2010
ALOKASI WAKTU
:
80 X 45 menit
JURUSAN
:
Administrasi Perkantoran


I.      STANDAR KOMPETENSI
:
Melakukan Prosedur Administrasi

II.    KOMPETENSI DASAR
:
Penerapan Pengetahuan Dasar Surat Menyurat:
1)     Surat Pribadi
2)     Surat Niaga   
3)     Surat Dinas
III.   INDIKATOR
:
1)     Surat Pribadi
§ Mampu menulis bermacam-macam surat pribadi dengan baik
§ Mampu menggunakan tata cara sesuai kaĆ­dah persuratan yang berlaku
§ Memahami pengertian dan bermacam-macam surat pribadi
2)     Surat Niaga
§ Mampu memahami pengertian surat niaga dan lingkupnya
§ Mampu mengindentifikasi macam/jenis istilah dan dokumen bisnis
§ Mampu memproses surat niaga sesuai hal yang terjadi dalam dunia niaga
3)     Surat Dinas
§ Mampu memahami pengertian surat dinas menurut tata cara yang benar
§ Mampu mengindentifikasi bermacam-macam surat dinas sesuai aturan yang berlaku di lembaga  pemerintah
§ Memproses surat dinas berikut perlengkapannya dengan benar
IV.   TUJUAN PEMBELAJARAN
:
1.     Peserta didik mampu menggunakan bahasa dengan benar sesuai dengan kaidah
2.     Peserta didik mampu menggunakan ejaan dan pemberian tanda baca
3.     Peserta didik mampu menggunakan kata-kata dalam surat bisnis dan surat dinas dengan benar dengan penggunaan bahasa yang singkat dan jelas

V.    MATERI PEMBELAJARAN
:
Penulisan surat pribadi,  bisnis dan dinas

VI.   METODE
:
Ceramah, Tanya Jawab, Praktik, Penugasan

VII. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
a.     Pendahuluan
:
1.     Bertanya jawab tentang pengetahuan/ keterampilan yang terkait dengan KD,
2.     Memotivasi siswa dengan mengaitkan KD dengan dunia nyata.
b.    Kegiatan Inti
:
1.     Melakukan modelling/simulasi untuk menemukan konsep (eksplorasi)
2.     Bertanya jawab/ berdiskusi tentang model/ simulasi yang telah dilakukan (Elaborasi)
3.     Menyimpulkan langkah yang benar untuk melakukan (Elaborasi)
4.     Praktik melakukan secara bergantian/ dalam kelompok (Elaborasi)
5.     Saling mengomentari praktik yang dilakukan dan umpan balik atau penguatan dari guru (Konfirmasi)
c.     Kegiatan Penutup
:
Menyimpulkan dan memberikan tugas lanjutan

VIII.        SUMBER BELAJAR
:
Modul dan Buku Referensi

IX.   PENILAIAN


a.     Teknik
:
Tes Tertulis, Tes Praktik
b.    Bentuk Instrumen
:
Essay